Dalam metode Resistivity ada beberapa konfigurasi elektrode yang
biasanya digunakan, konfigurasi elektroda tersebut terdiri atas :
1. Konfigurasi Wenner
Konfigurasi Wenner merupakan konfigurasi yang membutuhkan tempat yang
sangat luas. Konfigurasi ini tersusun atas 2 elektroda arus dan 2
elektroda potensial. Elektroda potensial ditempatkan pada bagian dalam
dan elektroda arus dibagian luar (Gambar 2.6) dengan jarak antar
elektroda sebesar a. Pangukuran dilakukan dengan memindahkan semua
elektroda secara bersamaan kearah luar dengan jarak a selalu sama (AM =
MN = AB). Konfigurasi ini digunakan dalam pengambilan data secara
lateral atau mapping. Faktor geometris untuk konfigurasi ini sebesar:
2πa
Sehingga besar resisitivitas semu adalah: ρ=2πa(V/I)
| Konfigurasi Wenner |
Merupakan konfigurasi yang hampir sama dengan Wenner, hanya
saja jarak elekroda potensial dibiarkan tetap, pengukuran dilakukan dengan
memindahkan elektroda arus ke arah luar. Metode ini tidak membutuhkan bentangan
yang luas dan digunakan untuk pengambilan data sounding. Jarak antara elektroda AM dan NB sama
(AM = NB), sedangkan untuk jarak MN tetap. Faktor geometris untuk konfigurasi Schlumberger sebesar:

besar resistivitas semu adalah:
dan
besar resistivitas semu adalah:
Gambar 2.7. Konfigurasi Schlumberger
Menurut Milsom (2003) pada konfigurasi Schlumberger secara prinsip adalah
mengubah jarak elektroda arusnya. Namun semakin jauh elektroda arus dari
elektroda potensialnya maka potensial yang akan diterima oleh elektroda arus
akan mengecil. Dengan hal ini maka dapat dilakukan menjaga sensitivitas
pengukuran. Modifikasi tersebut dilakukan dengan memperluas elektroda potensialnya. Dampak
perubahan tersebut hanya berpengaruh terhadap kurva perhitungan yang akan overlap. Namun hal ini tidak akan
berpengaruh terhadap kehomogenan dari resistivitas materialnya.